Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidup. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 Desember 2013

Suara Nurul Bantu Harapan Hidup Pesakit Koma

 okezone.com
Taylor dengan Anda (Foto: Telegraph)
Taylor dengan Anda (Foto: Telegraph)
DERBYSHIRE - Harapan hidup seorang guru yang sedang menderita koma, lambat laun terbuka setelah mendengar suara sang kekasih. Meski belum sepenuhnya sadear, hal ini tentunya menunjukkan kekuatan diantara kedua pasangan kekasih itu.

Mathew Taylor sudah mengalami koma selama 10 bulan sejak mengalami cedera kepala berat dalam kecelakaan   motorsikal di Bali. Lelaki berusia 31 tahun itu mengalami kecelakaan hebat pada Julai 2011.

Selama 10 bulan, pihak keluarga Taylor sepertinya sudah kehilangan harapan, saat dokter mengatakan dirinya tidak akan pernah sadar. Tetapi hal tersebut berubah ketika Handayani Nurul menelpon ke Rumah Sakit Royal Derby tempatnya dirawat.

Taylor sebelumnya memang sudah tinggal di Indonesia selama 18 dan mengajar bahasa Inggeris. Dia pun merancang untuk menikahi kekasihnya Handayani Nurul atau biasa dipanggil Anda. 

Setelah kecelakaan motor yang dialaminya, Taylor terus koma setelah doktor melakukan operasi pada bagian tengkoraknya di Bali. Kerana koma, Taylor pun dibawa kembali ke England untuk menjalani perawatan. Tetapi dirinya tidak pernah sedar. 

Sekira tiga minggu lalu, Ibu dari Taylor, Heather menelipon Anda di Indonesia. "Dia (Mathew Taylor) mengucurkan airmata saat mendengar suara di telinganya," ujar ayah tiri Taylor, Simon Moore, seperti dikutip Telegraph, Sabtu (9/6/2012).

"Dia (Anda) mengatakan sesuatu kepadanya (Mathew) dan dirinya menjawab iya. Kemudian airmata mengucur di pipinya. Dia benar-benar hidup selama tiga pekan terakhir. Heather menelpon Anda saat kami bersama Mathew dan sesaat dirinya mendengar suara Anda, dia langsung mengangkat tangannya untuk meraih telepon. Dia mendengar suara Anda dan perubahan terjadi pada dirinya," tutur Moore.

Setelah menghabiskan banyak waktu di rumah sakit dalam keadaan tidak menentu, Moore merasa bahagia dengan kondisi yang terjadi saat ini. Sementara menurut seorang ahli, Taylor diperkirakan telah terangsang dari koma yang dideritanya. Kondisi ini berarti dapat menstimulasi dirinya melalui bentuk suara, sentuhan, bau dan rasa. 

Kondisi yang dialami Taylor saat ini memang menyedihkan. Saat kecelakaan terjadi, dirinya tidak memiliki asuransi kesehatan dan keluarga Taylor pun harus mencari dana sebesar 100 ribu poundsterling atau sekira Rp1,4 miliar (Rp14.589 per poundsterling).

Sementara Nurul atau Anda sempat mendampingi Taylor selama tiga bulan. Tetapi mahasiswi jurusan Sastra Belanda Universitas Indonesia ini, terpaksa kembali ke Indonesia setelah visa itu habis. 
(faj)
Read More..

Rabu, 18 Desember 2013

Demi Bertahan Hidup Anak anak Pelarian Syria Dipaksa Bekerja

29 November 2013 
Dua orang pengungsi anak-anak Syria, bermain di sebuah kem pelarian Syria   dekat kota Arbil, Irak. PBB mengatakan sekitar satu juta anak-anak Syria kini menjadi pelarian di berbagai negara dan dua juta lainnya kehilangan tempat tinggal. | SAFIN HAMED / AFP
 
 BEIRUT, KOMPAS.com — Sebuah laporan yang dirilis Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR), Jumaat (29/11/2013), menunjukkan ratusan ribu anak-anak pelarian Syria kini terpaksa menjadi pekerja demi melanjutkan hidup.

Lebih dari 70,000 keluarga Syria yang mengungsi ke Jordan  dan Lebanon datang tanpa ketua keluarga atau ayah. Sementara lebih dari 3,700 pengungsi anak-anak hidup tanpa kedua orangtua mereka.

"Hingga akhir September 2013, UNHCR mendaftarkan 2,440 anak-anak yang tak didampingi orangtua di Lebanon dan 1,320 orang di Lebanon. Jumlahnya lebih dari 3,700 orang," demikian laporan UNHCR.

Bahkan, laporan itu melanjutkan, ramai anak-anak Syria   terpaksa mengambil peranan pencari nafkah untuk keluarga mereka. Anak-anak mulai usia tujuh tahun terpaksa bekerja dengan waktu yang lama dengan penghasilan minimam dengan kondisi kerja yang buruk di Jordan  dan Lebanon.  
Salah satu tempat yang mempekerjakan anak-anak Syria itu adalah toko-toko kecil di kem pelarian Zaatari, Jordan .

Abdullah (13) adalah salah satu contohnya. Dia selalu bangun pagi untuk membeli roti dari sesama pengungsi. Selanjutnya, dia menjual roti itu ke warga Jordan  untuk makanan ternak mereka.

"Jika kami tak bekerja, bagaimana kami boleh hidup," kata Abdullah dalam sebuah video yang dirilis UNHCR.

"Saya merasa seperti seorang laki-laki kerana saya bekerja. Saya menyediakan makanan untuk keluarga saya," tambah kanak-kanak itu.

Laporan UNHCR yang bertajuk "Masa Depan Syria: Krisis Pengungsi Anak-anak" merupakan survei mendalam organisasi ini sejak konflik Syria pecah pada 2011. UNHCR melakukan penelitian selama empat bulan terhadap para pengungsi Syria di Jordan  dan Lebanon. Pengungsi Syria juga ramai terdapat di Irak dan Turki.
Sumber : Al Arabiya
Editor : Ervan Hardoko

Read More..